Minggu, 18 Agustus 2013

Faktor Empati

Baca Firman TUHAN: Ibrani 4:14-16

"Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita." (Yohanes 1:14)

Saya memimpin sekelompok murid SMA dalam perjalanan misi ke Jamaika pada musim 
panas tahun 2005. Kami hendak membuat taman bermain untuk anak-anak tunarungu di negara kepulauan yang indah tersebut.

Banyak dari murid kami pernah mengunjungi sekolah tersebut dan 
bermain dengan murid-murid di sana. Namun, ada salah seorang murid remaja kami yang memiliki hubungan istimewa dengan anak-anak Jamaika tersebut. 

Chelsea tumbuh di dunia yang sangat sunyi. Ia tunarungu sejak lahir. 
Ia tidak bisa mendengar suara apa pun sampai berumur 11 tahun, 
yaitu sampai ia menjalani cangkok jaringan rumah siput di bagian dalam telinganya. 
Kini, setelah bisa mendengar 30 persen suara yang ada di sekitarnya, 
Chelsea dapat lebih memahami orang-orang tuli daripada murid-murid kami yang lain. 
Ia memiliki rasa empati yang sejati.

Empati adalah emosi yang kuat. Empati membawa kita untuk ikut merasakan penderitaan 
sesama yang mengalami situasi yang sama dengan kita. Emosi tersebut dapat membuat kita memberikan perhatian lebih bagi sesama yang dapat kita ajak 
berbagi dalam kesusahan atau kesulitan.

Teladan sikap empati yang utama adalah Tuhan sendiri. 
Dia menjadi manusia seperti kita (Yohanes 1:14). 
Dia benar-benar menjadi seperti kita, hingga Dia memahami pergumulan 
dan kelemahan kita (Ibrani 4:15). 

Yesus tahu apa yang sedang kita hadapi sebab Dia sendiri menjalani beratnya hidup ini. 
Karena kita telah menerima kasih karunia-Nya saat kita menderita, 
maka kita dimampukan untuk mendampingi sesama.

TAK ADA PRIBADI YANG DAPAT MEMAHAMI KITA SEPERTI YESUS 


0 komentar:

Posting Komentar